Penangkapan 5 Orang di Aceh Diduga Terafiliasi dengan Kelompok JAD

banner 468x60

SITUS, ACEH – Terkait tertangkapnya lima (5) orang terduga teroris yang dilakukan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Provinsi Aceh pekan lalu diduga terafiliasi dengan kelompok jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kelimanya diduga memiliki faktor kedekatan dengan kelompok yang melakukan pengeboman di Mapolrestabes Medan 2019 lalu.

Bacaan Lainnya
banner 300250

“Kalau masih satu jaringan dengan Bom Mapolresta Medan, maka bisa dikatakan kelompok JAD,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Winardy saat dikonfirmasi awak media, Senin (25/1/2021).

Kombes Winardy mengungkapkan, namun para terduga teroris ini tidak terlibat langsung dalam serangan di Mapolrestabes Medan pada November dua tahun silam.

Ia menuturkan bahwa lima orang terduga teroris yang ditangkap baru-baru ini hanya memiliki pemikiran yang sama dengan kelompok tersebut.

“Mereka hanya satu pemahaman saja dengan kelompok yang ditangkap karena bom Mapolresta Medan. Tidak terlibat langsung, mereka punya ideologi yang sama,” ucap Kombes Winardy.

“Karena afiliasi mereka ke ISIS,” sebutnya.

Masih dikatakan Perwira melati tiga ini, dalam penangkapan ini, polisi menduga bahwa lima orang tersebut berencana melakukan aksi teror serupa di wilayah Aceh. Hanya saja, menurutnya, polisi masih mendalami rencana yang bakal digencarkan oleh kelompok tersebut.

Disebutkan Kombes Winardy, mereka bakal terbang dan hijrah ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok ISIS.

“Masih dilakukan pendalaman pemeriksaan namun secara umum mereka akan melakukan teror di wilayah Aceh,” ujarnya.

Saat penangkapan terhadap kelimanya, Densus 88 mengamankan sejumlah barang bukti seperti bahan pembuat bom berisi 1 Kg pupuk Kalium Nitrat, 250 gram bubuk arang aktif, 1 botol berisi 2 ribu peluru gotri silver dengan kaliber 6 mm, beberapa potongan besi yang diduga sebagai alat pembuat bom, dan dokumen-dokumen teror lainnya.

“Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan,” terang Kombes Winardy.

“Beberapa buku kajian ISIS dan Tauhid serta Compact Disk dan Flash Disk,” tambah dia.

Dalam penangkapan itu Densus 88 juga mengamankan beberapa alat yang digunakan selama proses latihan idad atau latihan persiapan aksi teror seperti samsak tinju, besi, busur panah, dan beberapa barbel,” jelas Kabid Humas Polda Aceh.

(Toni Situs.news, Aceh)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *